"Musuh filsafat adalah berfilsafat yang tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Jangan coba-coba berfilsafat jika hanya setengah-setengah."
Showing posts with label filsafat ilmu. Show all posts
Showing posts with label filsafat ilmu. Show all posts
Tuesday, January 2, 2018
Sehari Menjadi Asisten Profesor: Iceberg or Volcano (Refleksi Filsafat Kesembilan)
"Sama seperti gunung api, jika kita hanya terus mengajar dan belajar tentang hal-hal formal, maka masalah-masalah pendidikan ini akan dapat meletus seperti gunung api."
Kuliah pertama bersama Pak Direktur; The Critic of purism (Refleksi Filsafat Kesebelas)
"Membaca tanpa mengerti maka
belalanglah diriku"
Monday, January 1, 2018
Menembus ruang dan waktu; kuliah terakhir bersama Pak direktur (Refleksi kuliah filsafat ketigabelas)
"Manusia itu harus tiada henti-hentinya menuntut ilmu, sesuai dengan ruang dan waktunya."
Kuliah Sambil Berdiri (Refleksi Filsafat Kesepuluh)
"Masalah pendidikan ini semakin hari semakin berpotensi untuk menjadi bom waktu, yang akan meledak jika tidak ditangani dengan cepat."
Merinding (Refleksi Filsafat ketujuh)
"Sehebat-hebat gerakanku tidak bisa mengejar tulisanku. Sehebat-hebat tulisanku tak kan bisa mengejar perkataanku. Sehebat-hebat perkataanku, tak kan mampu mengejar pikiranku. Sehebat-hebat pikiranku tidak mungkin mengetahui semua relung hatiku."
Thursday, December 28, 2017
Sebenar-benar filsafat adalah penjelasanmu sendiri (Refleksi Filsafat kedelapan)
"Orang yang maju perang dan ia berani mati, jika ia benar-benar mati, ia tidak merasa kalah. Kalau orang maju perang sudah ketakutan, walau menang tetap ketakutanlah dia. Itulah pentingnya sugesti."
Memaknai wadah dan isi (Refleksi Filsafat keenam)
"Barang siapa mencari kecantikan yang dapat keburukan. Mencari kekayaan dapat melaratnya. Setinggi-tinggi berpikir itu adalah pengambilan keputusan. Orang dikatakan cerdas ketika bisa mengambil keputusan."
Bagaimana menjelaskan apa yang kamu pikirkan kepada orang lain dan memahami apa yang diluar pikiranmu (Refleksi Filsafat Kelima)
Sebenar-benar diriku adalah tidak dapat mengerti segala sesuatu
-socrates.
Terbiasa dapat nol (Refleksi Filsafat keempat)
“Gengsi dapat 0? Saya memang sengaja membuat nilaimu 0 supaya gengsimu hilang. Tak boleh ada gengsi di sini. Cari ilmu tak perlu gengsi.”
Tuesday, October 17, 2017
Belajar filsafat dari nol (Refleksi Filsafat Kedua)
"Belajar filsafat harus mulai dari nol. Kalau sudah sombong sulit belajar filsafat. Semakin bingung semakin baik. Kacau pikiran itu pertanda akan mendapat ilmu. Kalau damai di dalam pikiran berarti tidak berpikir."
Mengenal Filsafat Ilmu; Sulit Karena Tak Kenal? (Refleksi Filsafat Pertama)
"Tiadalah ilmu jika tak ada pertanyaan. Sebenar-benar ilmu adalah pertanyaan. Jika kita mengabaikan orang yang bertanya maka matilah ilmunya. Apa semua bisa ditanyakan? Bisa. Tetapi ketika muncul pertanyaan normatif harus melihat situasi dan kondisinya, ruang dan waktunya."
Subscribe to:
Posts (Atom)