Thursday, December 28, 2017

Sebenar-benar filsafat adalah penjelasanmu sendiri (Refleksi Filsafat kedelapan)

"Orang yang maju perang dan ia berani mati, jika ia benar-benar mati, ia tidak merasa kalah. Kalau orang maju perang sudah ketakutan, walau menang tetap ketakutanlah dia. Itulah pentingnya sugesti."

Hari ini perkuliahan sedikit berbeda karena jadwal kuliah kami diundur. Ruangan pun berganti sehingga ada suasana baru yang tercipta. Di tengah dinginnya hembusan AC, kami memulai perkuliahan kami. Seperti biasa perkuliahan dimulai dengan tes jawab singkat.

1.           Wadahnya angka? itu lambang/simbol
2.           Isinya angka? itu nilai
3.           Wadahnya material itu? Belum tentu material
4.           Isinya material? Belum tentu material
5.           Wadahnya dogma? Kitab
6.           Isinya dogma? Harapan
7.           Wadahnya normatif? Spiritual
8.           Isinya normatif? Konsep
9.           Wadahnya tindakan? Tulisan
10.       Isinya tindakan? Kenyataan
11.       Wadahnya pengelihatan? Persepsi
12.       Isinya pengelihatan? Kenyataan
13.       Wadahnya mendengar? Persepsi
14.       Isinya mendengar? Kenyataan
15.       Wadahnya pikiran? Spiritual
16.       Isinya pikiran? Konsep
17.       Wadahnhya kesadaran? potensi
18.       Isinya kesadaran? Persepsi
19.       Wadahnya beda? Kategori
20.       Isinya beda? Wadah
21.       Wadahnya sama? identitas
22.       Isinya sama? tautologi
23.       Wadahnya bilangan? Aritmatik
24.       Isinya bilangan? Angka
25.       Wadahnya pengada? Mengada

Setelah itu, diskusi lewat tanya jawab pun dimulai. Bagian kesukaan saya ketika kuliah. Walau rasanya agak deg-degan saat mau bertanya..

1.       Kenapa seseorang bisa mengalami persepsi yang salah?
Dalam filsafat tidak ada persepsi yang salah, hanya tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Walau sesuai waktunya tapi tak sesuai dengan ruangnya. Ruang itu apa? Yang ada dan yang mungkin ada. Tidak sesuai dengan yang ada di persepsi. Yang ada 0, di perspepsi 100. Maka tidak sesuai ruang. Ruang itu waktu, waktu itu ruang. Kita tidak bisa paham waktu jika tidak paham ruang. Jam itu benda. Tak mungkin menunjuk waktu tanpa menggunakan tempat. Waktu kapan? Siang? Siang itu benda. Dulu, dulu itu sifat, keadaan. Ini bedanya robot dengan manusia. Kalau manusia itu selama belum mati tidak akan 100% mati. Walaupun kita tidur pulas, kita tidak benar-benar mati. Computer pun masih punya memori kalau ia mati. Manusia jarak antara sadar dan tidak dasar itu sangat luas. Jarak itu yang membuat kerja otak berbeda. Persepsi seseorang tentang sesuatu itu berbeda-beda. Segala yang ditangkap, dilihat, didengar, diraba, dirasa itu menjadi bayangan dalam pikiran kita. Dari bayangan itulah muncul persepsi.
2.       Saya terkadang dalam mimpi sadar kalau saya sedang bermimpi. Itu yang terjadi seperti apa?
Macam-macam kreatifitas dari mimpi. Nyatanya mimpi bisa mempengaruhi. Itulah sebebanya Rene Descartes bingung membedakan mimpi atau kenyataan. Maka kepastian yang ia ambil adalah kalau tidak tidur maka kita bisa bertany kepada diriku sendiri. Itulah kenyataan kalau bisa bertanya. Aku sadar kalau aku tidak mimpi karena kau berpikir, bertaya. Aku ada karena aku berpikir. Cogito er Gosum.
3.       Kalau saya banyak berpikir bisa terbawa mimpi. Bagaimana itu bisa terjadi?
Jangankan dipikir, melihat saja bisa terbawa mimpi. Mimpi itu ibaratnya triangulasi, resultante dari banyak bayangan uang tidak teratur. Ketika badan capek karena perjalanan jauh, bisa mimpi karena dikejar, digebukin. Di Jepang ada teknologi pesan mimpi. Kita bisa memilih mimpi apa, ketemu siapa. Semua aspek ketika kita tidur akan diatur. Lagu yang kita dengarkan, suhu udaranya, dll diatur supaya dapat mimpi yang diinginkan. Maka sesungguhnya apa yang ada dalam pikiran kita ya tentu bisa terbawa mimpi.
4.       Ada orang yang mencari ilmu supranatural, mereka bisa bertukar ruh tanpa disadari. Bagaimana filsafat memandang ini?
Itu klaim yang belum sempurna, bersifat personal. Filsafat meliputi semuanya. Logika itu kuat dan didukung oleh kebenaran, kenyataannya. Yang bisa kita pikirkan adalah semua manusia punya potensi. Potensi untuk menjadi paham, menjadi mengerti, untuk tak mengerti, tak mengerti, sakit, bangun, tidur, sehat. Semua punya potensi, tinggal berkembang atau tidak. Janjian untuk memiliki mimpi bersama saja sulit apalagi bertukar ruh. Siapa yang menjustifikasi mereka benar-benar bertukar ruh? Kalau sendiri itu bersifat subjektif. Kalau bisa ya itu disimpan untuk diri sendiri saja. Kalau dikatakan kepada orang lain itu berarti kepercayaannya berkurang. Klaim bahwa ruhku ada di tubuhmu itu ada batasnya.
5.       Isi dari pikiran itu konsep. Apakah konsep itu dibangun dari kenyataan?
Ilmu itu terdiri dari rasio dan kenyataan. Sebenar-benar yang terjadi orang tak akan pernah mengerti segala sesuatu. Kalau dia mengklaim sudah jelas, maka mitos, sampai situ saja dia berhenti. Kalau aku merasa banyak tidak mengerti artinya aku ingin mengerti, sopan dan santun itu ingin mengerti dan ingin paham. Proses menjadi sangat penting. Arah pendidikan jadi hilang jika menghilangkan proses, samapi pada produk itu hanya berhenti. Sebenar-benar hidup itu dalam posisi menggapai. Manusia itu tidak sempuran, tak berhenti.
6.       Yang benar itu bersama kesulitan ada kemudahan atau setelah kesulitan ada kemudahan?
Sebenar-benar filsafat adalah penjelasanmu sendiri. Kamu pilih yang mana, Lalu kamu jelaskan. Itulah filsafatnya. Yang penting kamu bisa menjelaskan.
7.       Mengapa manusia mencari kebahagiaan?
Manusia itu terlahir kemudiah hidup dan berkembang dengan potensi. Potensi itu macam1, poensi sedih, bahagia. Potensi bahagia itu intuisi. Kebahagiaan itu ciptaan Tuhan. Itulah intusi kita isa menbedakan mana yang baik buruk, susah bahagia. Kita bertumbuh dan berkembang lewat proses itulah di mana ketika kita paham intuisi. Bukan lewat definisi. Kita paham apa itu bahagia, tapi tidak bisa mendefinisikan. Itu intuisi. Sebenar-benar hidup adalah intuisi. Sebenar2 manusia adalah intuisi. Anak2 pun intuisi. Maka bahaya jika guru SD mengajar siswa dengan definisi saja. Anak2 bisa kehilangan intuisi. Anak2 kehilangan hidupnya karena Intuisi itu hidupnya. Itulah potensi dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Intuisi yang paling sederhana itu intuisi mengenai ruang dan waktu.
8.       Mengapa isi yang beda adalah wadah?
Isi yang beda adalah wadah. Wadahnya yang beda itu kategori. Pikiran yang paling sederhana da yang besar tidak diukur oleh besar kecilnya kepala, bukan berarti kepala kecil peikirannya sederhaa. Unsur dasar pikiran adalah yang ada dan yang mungkin ada. Yang paling sederhana adalah wadah dan isi. Itulah pembedanya, hanya 2. Ilmu apapun unsur dasarnya harus mampu membedakan.
9.       Apa beda intuisi dengan koneksi matematis?
Koneksi itu intuisi. Semua yang ada dan yang mungin ada itu koneksi. Koneksi itu hubungan.
10.   Apakah orang yang bertukar ruh mungkin ada atau hanya sugesti?
Untuk mengetahui mengenai ruh, kita harus mengetahui ruh yang diam terlebih dahulu. Spiritualias, kitab, Firman Tuhan bicara apa tentang ruh. Kalau kita hanya berhenti pada ruh, hanya berhenti pada materialis. Dunia itu bersintaks, tergantung pada sampai di mana kita mau berhenti. Apakah semua pertanyaan perlu jawaban? Tidak. Tapi apakah punya jawaban? Ada.  Apakah semua bisa diranyakan? Tidak. Sebenar-benar orang cerdas itu adalah orang yang mengerti mana yang bisa ditanya dan maa yang tidak bisa ditanyakan.
11.   Saya punya sugesti kalau memakai baju gelap maka hari saya akan menjadi suram. Bagaimana hal itu dapat terjadi?
Kalau kamu mengatakan pasti sebenarnya belum pasti. Sudah dibuktikan belum? Sugesti itu tapi penting. Sugesti itu percaya. Bagaimana orang lain percaya pada dirimu kalau kau sendiri tidak percaya pada dirimu? Orang yang maju perang berani mati, jika ia benar-benar mati, ia tidak merasa kalah. Kalau orang maju perang sudah ketakutan, walau menang tetap ketakutanlah dia. Itulah pentingnya sugesti.
12.   Bagaimana kita dapat bersikap adil? Karena apa yang menurut kita adil itu kadang tak adil menurut orang lain.
Adil itu sesuai dengan ruang dan waktu. Bawng siapa tidak adil dia tidak sesuai dengan ruang dan waktu. Kita sulit mewujudkan keadilan. Maka ketidak adilann adalah diriku sendii.
13.   Sebetulnya hidup yang bermakna seperti apa?
Makna hidup dari bumi sampai langit. Sangat banyak maknanya. Batu bermakna jika bermanfaat bagi orang lain. Tak pinya pikiran, perasaan itu punya manfaat untuk orang lain juga hidupnya bermakna. Makna hidup itu lebih kepada spiritualitas.
14.   Apakah mimpi bisa hadi peringatan?
Mimpi juga banyak maknanya. Mimpi yang spiritual juga bisa mengingatkan.

Pertanyaan hari ini memang cukup banyak, tetapi saya sangat puas karena saya mendapatkan banyak hal yang menjadi refleksi saya pribadi pada hari ini. 

No comments:

Post a Comment