Thursday, December 28, 2017

Memaknai wadah dan isi (Refleksi Filsafat keenam)

"Barang siapa mencari kecantikan yang dapat keburukan. Mencari kekayaan dapat melaratnya. Setinggi-tinggi berpikir itu adalah pengambilan keputusan. Orang dikatakan cerdas ketika bisa mengambil keputusan."


Seperti biasa perkuliahan diawali dengan tes jawab singkat.

Apa metafisikanya yang ada? Yang ada dan yang mungkin ada.
Apa metafisikanya yang mungkin ada? Yang mungkin ada. Sebaliknya yang mungkin ada, ya yang mungkin ada.
Apa ontologi yang ada? Wadah dan isi.
Apa epistimologinya yang ada? Ada ada, mengada ada, pengada ada. Ada itu bisa diarahkan ke mana-mana. Ke diriku ya boleh. Ada diriku, mengada diriku, pengada diriku.
Apa epistimologinya mengada? Ada mengada, mengada mengada, pengada mengada. Epistimologi itu sesuatu yang bergerak. Awal, bergerak, produknya
Apa epistimologinya pengada? Ada pengada, mengada pengada, pengada pengada. Manusia itu pengada pengada karena bisa menurunkan manusia. Kalau manusia buat keranjang itu manusia pengada keranjang, buat karya ilmiah itu pengada karya ilmiah. Sebelum jadi pengada itu harus ada dulu. Pengada harus ada dulu.
Apa ontologi mengada? Wadah dan isi
Apa ontologi pengada? Wadah dan iisi
Kesimpulannya semua ontology itu wadah dan isi.
Metafisikanya mengada? Yag ada mengada, yang mungkin ada mengada.
Metafisikanya pengada? Yang ada pengada, yang mungkin ada penngada.
Epistimologi aksiologi? Yang ada aksiologi, mengada aksiologi, pengada aksiologi.

Metafisika segala hal itu yang ada dan yang mungkin ada. Bayangan dari titik itu sangat luas, bisa yang ada dan yang mungkin ada. Metafisik itu bayangan. Salah satu metode menmahami filsafat itu menggunakan metafisik. Apa yang ada dibalik titik, di balik suatu hal.
Ontology itu unsur dasar tapi untuk hal pikiran. Unsur dasar pikiran dan konsep itu wadah dan isi. Ontology apapun itu wadah dan isi. Ontologi isi adalah wadah dan isi. Onologi isi adalah wadah dan isi. Tiadalah wadah tanpa isi, tiadalah isi tanpa wadah. Kalau isinya diambil, maka suatu wadah akan terisi yang lain. Ember yang terisi air, jika diambil arinya akan terisi udara.
Epistimologi itu substansinya adalah ada, mengada dan pengada.
Pilar filsafat itu ada tiga. Ontologi itu hakektnya. Kalau ontologi pikiran itu wadah dan isi. Kalau spiritual itu takdir dan ikhtiar. Takdir itu wadahnya, ikhtiar itu isinya. Kalau Bahasa awam itu jasmani dan rohani. Jasmani itu wadahnya, rohani itu isinya. Terpilih dan memilih. Manusia itu infinit regress. Pakai toleransi, di bagian mana pilihan hidupnya. Kita hidup pada rentang tertentu.

Sesi tanya jawab
1.       Belajar filsafat itu perlu landasan. Landasan ada beda-beda. Titik temu dari landasan yang berbeda itu apa?
Filsafat itu dirimu masing-masing. Itu mikronya. Kalau mau ketemu ya ditarik makronya, yang ada di langit, ada aturannya. Manusia itu bersifat relative. Hanya Tuhan yang absolut. Karena kita relative maka banyak terjadi kontradiksi. Kontradiksi dalam filsafat itu hukum alam. Kita bisa hidup karena kontradiksi. Benturan itu biasa, tapi ada batasnya.
2.       Teknologi semakin menggantikan manusia. Bagaimana pandangan filsafat?
Kita mau ke mana itu pilihan. Kalau mau pilih yang baik ya akan baik. Kalau definisinya buruk ya semua akan jadi buruk. Maka berbaik-baik itu penting, positif thinking itu penting. Karena hati itu perlu dijaga. Hati itu dapat mengubah manusia dalam sekejap dari baik dair buruk, buruk jadi baik. Kalau awal sudah benci itu ya tidak usah diteruskan. Karena, semua yang dirasakan akan jadi jelek. Tinggal niatmya baik. Teknologi bermanfaat, ya pakailah dengan bermanfaat.
3.       Belajar filsafat mempelajari piikiran para filsuf. Bagaimana cara tahu bahwa filsafat seseorang itu sudah baik? Apakah dengan tanda sudah bisa berbahasa analog?
Filsafat itu harus adil. Ada baik ada buruk. Ada tinggi ada rendah. Kalau baik saja malah buruk karena tidak imbang. Kita mengerti bahwa kita baik karena ada yang buruk. Jadi bukan masalah baik buruk dalam filsafat itu. Baik buruk silahkan, kamu sendiri yang menentukan. Karena filsafat itu dirimu sendiri. Maka ada rambu2nya. Salah satunya spiritual. Olah pikir itu merdeka tidak ada baik buuknya. Baik buruk masuk ke ranah spiritual. Kajrena baik buruk kan relative. Doa iti baik kan, tapi kalau doa di atas rel kereta api kan ga baik. Diriku ketika ruang dan waktunya tidak benar ya jadi tikda bai. Sebenar-benar orang bijak kalai menherti ruang dan waktu.
4.       Bagaimana hermenerika?
Sadar maupun tak sadar semua berhemernetika. Dalam filsafat semua berhirarki dari yang peling sederhana sampai kompleks. Hemernetika itu perjalanan hidup manusia dalam timeline ruang dan waktu. Hidup manusia itu siklik dan lurus. Siklik karena berulang, lurus itu tidak bisa mengulang lahi. Seperti bumi mengelilingi matahai. Berputar terus api watunya tak sama. hermenetika yang lebih kompleks itu silaturahmi. Diturunkan dalam pbm itu interaksi belajar mengajar, diturunkan ke metode mengajar itu bisa jadi metode tanya jawab. Ketika tumbuhan ditaruh lalu mencari cahaya matahari maka itulah hermenetika.
5.       Anak kecil itu hidup dalam mitos. Ketika berkembang itu mencari logos. Bagaimana masa transisinya?
Masa transisi itu pendidikan, pergaulan, interaksi dengan orangtua sheingga lahirla intuisi. Sebenarbenar kita adalah intuisi. Kita adalah intuisi. Semua yang saya ajarkn itu berdasarkan intuisi, pengalaman. Bukan frmalnya, lebih ke maknanya. Formal itu hanya terbtas pada tulisan filsuf, apa kata filsuf.
6.       Aksiologi itu definisinya apa?
Di sini tidak mencari definisi. Definisi itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Mendeefinisikan itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Bisa dengan gerakan, bisa denagn interaksi bisa dengan membaca. Mendefinisikan hanya sebagian kecil saja. Ada bahayanya karena membatasi. Definisi kursi itu bisa dari fungsinya, terdiri dari komponen apa, kedudukannya apa. Aksiologi itu etik dan estetika. Di situ termuat manfaatnya. Kita bealajr filsafat itu manfaatnya apa?
7.       Ada tidak tokoh filsuf Indonesia yang berpengaruh pada dunia?
Apa pentingnya? Mengapa seperti itu? Mengapa anda sendiri tidak berusaha menjadi filsuf dunia? Dirimu saja yang mecoba menjadi filsuf dunia. berdayakan dirimu sendiri. Jangankan filsuf, matematika saja untuk diurunkan ke sosial menjadi tidak netral. Orang barat itu kalau mendengar orang timur berfilsafat, jalankan saja jangan terlalu pintar. Karena meraka merasa sebagai sumbernya.
8.       Apa makna menginderai dalam filsafat?
Membaca itu menginderai. Panca indera itu sarana masuknya fenomena, kenyataan dalam ideal pikiran kita. Melihat dan mendengar. Maka panca indera adalah mesin pengubah yang mungkin ada menjadi ada. Di dalam pikiran, dalam hati, dalam kata-kaa, dalam itndaka, tulisan dan lain-lain. Tes jawab singkat menghadapkan dari yang meingkin ada menjadi ada. Setidaknya sudah mendengar. Apa metafisik, blabla, maka berpikir. Tadinya tak ada dalam pikiran menjadi ada. Sebenar-benar belajar mengadakan yang mungin ada. Tapi tak cukup sekedar ingat, ingat hanya kecil. Kerjakan, lakukan, semua indera dipakai.

No comments:

Post a Comment