"Barang siapa mencari kecantikan yang dapat keburukan. Mencari kekayaan dapat melaratnya. Setinggi-tinggi berpikir itu adalah pengambilan keputusan. Orang dikatakan cerdas ketika bisa mengambil keputusan."
Seperti biasa perkuliahan diawali
dengan tes jawab singkat.
Apa metafisikanya yang ada? Yang ada
dan yang mungkin ada.
Apa metafisikanya yang mungkin ada?
Yang mungkin ada. Sebaliknya yang mungkin ada, ya yang mungkin ada.
Apa ontologi yang ada? Wadah dan
isi.
Apa epistimologinya yang ada? Ada
ada, mengada ada, pengada ada. Ada itu bisa diarahkan ke mana-mana. Ke diriku
ya boleh. Ada diriku, mengada diriku, pengada diriku.
Apa epistimologinya mengada? Ada
mengada, mengada mengada, pengada mengada. Epistimologi itu sesuatu yang
bergerak. Awal, bergerak, produknya
Apa epistimologinya pengada? Ada
pengada, mengada pengada, pengada pengada. Manusia itu pengada pengada karena
bisa menurunkan manusia. Kalau manusia buat keranjang itu manusia pengada
keranjang, buat karya ilmiah itu pengada karya ilmiah. Sebelum jadi pengada itu harus ada dulu. Pengada harus ada
dulu.
Apa ontologi mengada? Wadah dan isi
Apa ontologi pengada? Wadah dan iisi
Kesimpulannya semua ontology itu
wadah dan isi.
Metafisikanya mengada? Yag ada
mengada, yang mungkin ada mengada.
Metafisikanya pengada? Yang ada
pengada, yang mungkin ada penngada.
Epistimologi aksiologi? Yang ada
aksiologi, mengada aksiologi, pengada aksiologi.
Metafisika segala hal itu yang ada
dan yang mungkin ada. Bayangan dari titik itu sangat luas, bisa yang ada dan
yang mungkin ada. Metafisik itu bayangan. Salah satu metode menmahami filsafat
itu menggunakan metafisik. Apa yang ada dibalik titik, di balik suatu hal.
Ontology itu unsur dasar tapi untuk
hal pikiran. Unsur dasar pikiran dan konsep itu wadah dan isi. Ontology apapun
itu wadah dan isi. Ontologi isi adalah wadah dan isi. Onologi isi adalah wadah
dan isi. Tiadalah wadah tanpa isi, tiadalah isi tanpa wadah. Kalau isinya
diambil, maka suatu wadah akan terisi yang lain. Ember yang terisi air, jika
diambil arinya akan terisi udara.
Epistimologi itu substansinya adalah
ada, mengada dan pengada.
Pilar filsafat itu ada tiga.
Ontologi itu hakektnya. Kalau ontologi pikiran itu wadah dan isi. Kalau
spiritual itu takdir dan ikhtiar. Takdir itu wadahnya, ikhtiar itu isinya. Kalau
Bahasa awam itu jasmani dan rohani. Jasmani itu wadahnya, rohani itu isinya. Terpilih
dan memilih. Manusia itu infinit regress. Pakai toleransi, di bagian mana
pilihan hidupnya. Kita hidup pada rentang tertentu.
Sesi tanya jawab
1.
Belajar
filsafat itu perlu landasan. Landasan ada beda-beda. Titik temu dari landasan
yang berbeda itu apa?
Filsafat itu dirimu masing-masing.
Itu mikronya. Kalau mau ketemu ya ditarik makronya, yang ada di langit, ada
aturannya. Manusia itu bersifat relative. Hanya Tuhan yang absolut. Karena kita
relative maka banyak terjadi kontradiksi. Kontradiksi dalam filsafat itu hukum
alam. Kita bisa hidup karena kontradiksi. Benturan itu biasa, tapi ada batasnya.
2.
Teknologi
semakin menggantikan manusia. Bagaimana pandangan filsafat?
Kita mau ke mana itu pilihan. Kalau mau pilih yang baik ya akan baik.
Kalau definisinya buruk ya semua akan jadi buruk. Maka berbaik-baik itu penting,
positif thinking itu penting. Karena hati itu perlu dijaga. Hati itu dapat
mengubah manusia dalam sekejap dari baik dair buruk, buruk jadi baik. Kalau
awal sudah benci itu ya tidak usah diteruskan. Karena, semua yang dirasakan
akan jadi jelek. Tinggal niatmya baik. Teknologi bermanfaat, ya pakailah dengan
bermanfaat.
3.
Belajar
filsafat mempelajari piikiran para filsuf. Bagaimana cara tahu bahwa filsafat
seseorang itu sudah baik? Apakah dengan tanda sudah bisa berbahasa analog?
Filsafat itu harus adil. Ada baik
ada buruk. Ada tinggi ada rendah. Kalau baik saja malah buruk karena tidak
imbang. Kita mengerti bahwa kita baik karena ada yang buruk. Jadi bukan masalah
baik buruk dalam filsafat itu. Baik buruk silahkan, kamu sendiri yang
menentukan. Karena filsafat itu dirimu sendiri. Maka ada rambu2nya. Salah
satunya spiritual. Olah pikir itu merdeka tidak ada baik buuknya. Baik buruk
masuk ke ranah spiritual. Kajrena baik buruk kan relative. Doa iti baik kan,
tapi kalau doa di atas rel kereta api kan ga baik. Diriku ketika ruang dan
waktunya tidak benar ya jadi tikda bai. Sebenar-benar orang bijak kalai
menherti ruang dan waktu.
4.
Bagaimana
hermenerika?
Sadar maupun tak sadar semua
berhemernetika. Dalam filsafat semua berhirarki dari yang peling sederhana sampai
kompleks. Hemernetika itu perjalanan hidup manusia dalam timeline ruang dan
waktu. Hidup manusia itu siklik dan lurus. Siklik karena berulang, lurus itu
tidak bisa mengulang lahi. Seperti bumi mengelilingi matahai. Berputar terus
api watunya tak sama. hermenetika yang lebih kompleks itu silaturahmi.
Diturunkan dalam pbm itu interaksi belajar mengajar, diturunkan ke metode
mengajar itu bisa jadi metode tanya jawab. Ketika tumbuhan ditaruh lalu mencari
cahaya matahari maka itulah hermenetika.
5.
Anak
kecil itu hidup dalam mitos. Ketika berkembang itu mencari logos. Bagaimana
masa transisinya?
Masa transisi itu pendidikan, pergaulan, interaksi dengan orangtua
sheingga lahirla intuisi. Sebenarbenar kita adalah intuisi. Kita adalah
intuisi. Semua yang saya ajarkn itu berdasarkan intuisi, pengalaman. Bukan
frmalnya, lebih ke maknanya. Formal itu hanya terbtas pada tulisan filsuf, apa
kata filsuf.
6.
Aksiologi
itu definisinya apa?
Di sini tidak mencari definisi. Definisi itu meliputi yang ada dan yang
mungkin ada. Mendeefinisikan itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Bisa
dengan gerakan, bisa denagn interaksi bisa dengan membaca. Mendefinisikan hanya sebagian kecil saja. Ada bahayanya karena membatasi. Definisi kursi itu bisa dari fungsinya, terdiri dari komponen apa, kedudukannya apa. Aksiologi itu etik
dan estetika. Di situ termuat manfaatnya. Kita bealajr filsafat itu manfaatnya
apa?
7.
Ada
tidak tokoh filsuf Indonesia yang berpengaruh pada dunia?
Apa pentingnya? Mengapa seperti itu? Mengapa anda sendiri tidak berusaha
menjadi filsuf dunia? Dirimu saja yang mecoba menjadi filsuf dunia. berdayakan dirimu sendiri. Jangankan filsuf, matematika saja untuk diurunkan ke sosial
menjadi tidak netral. Orang barat itu kalau mendengar orang timur berfilsafat,
jalankan saja jangan terlalu pintar. Karena meraka merasa sebagai sumbernya.
8.
Apa
makna menginderai dalam filsafat?
Membaca itu menginderai. Panca indera itu sarana masuknya fenomena,
kenyataan dalam ideal pikiran kita. Melihat dan mendengar. Maka panca indera
adalah mesin pengubah yang mungkin ada menjadi ada. Di dalam pikiran, dalam
hati, dalam kata-kaa, dalam itndaka, tulisan dan lain-lain. Tes jawab singkat
menghadapkan dari yang meingkin ada menjadi ada. Setidaknya sudah mendengar. Apa
metafisik, blabla, maka berpikir. Tadinya tak ada dalam pikiran menjadi ada.
Sebenar-benar belajar mengadakan yang mungin ada. Tapi tak cukup sekedar ingat,
ingat hanya kecil. Kerjakan, lakukan, semua indera
dipakai.
No comments:
Post a Comment