"Musuh filsafat adalah berfilsafat yang tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Jangan coba-coba berfilsafat jika hanya setengah-setengah."
Dunia
kontemporer atau kekinian atau power nowatau pos modern di masa sekarang.
Filsafat modern itu di pertengahan, skrg sudah pos modern. 1671 filsuf imanuel
kant. Filsafat itu modus, atau narasi besar. The flowing of ideas oleh para
filsuf. Maka komposisinya mulai dari kapitalisme. Dari awal sapai akhir itu
isme. Isme itu adalah pusatnya. Hati-hati dengan filsafat karena filsafat itu
isme pusatnya. Jika berpusat pada Tuhan spiritualisme. Kapitalisme berpusat
pada capital. Materialisme berpusat pada materi. Pragmatisme berpusat pada
praktis. Liberalisme berpusat pada liberal. Hal-hal ini, terkompos menjadi pos modern
atau kontemporer.
Kita adalah
orang-orang tterpiih karena punya kesempatan belajar filsafat. Filsafat adalah
aliran air yang jernih, setidaknya kau tau mana yang tidak jernih. Harus bisa
memilih ke tempat yang lebih jernih. Sifat local kita di Indonesia mengalami
disorientasi. Kebingungan. Kekacauan. Tidak bisa membedakan yg benar dan hoax.
Sebenar-benar dunia adalah Bahasa. Siapa dirimu? Dirimu itu kata-katamu. Dirimu
adalah ungkapanmu, dirimu adalah tulisanmu. Filsafat sekarang adalah filsafat
Bahasa atau analitik.
The power
of mind. Kalau tiap hari berpikir mau jadi wanita ya akan jadi wanita. Transgender
itu anomali, kekacauan pikiran.
FIlsafat
sekarang itu adalah filsafat Bahasa atau analitik. Sebenar-benar rumahku adalah
bahasaku, maka dunia ini adalah Bahasa. Jaman dahulu, filsafatnya adalah filsafat
alam. Jaman pertengahan filsafatnya adalah filsafat kritis.
Di langit
terdapat ide, di bumi terdapat kenyataan. Maka dalam hidup kita harus mampu
menciptakan keseimbangan antara ide dengan kenyataan. Naik ke langit menjadi
spiritualisme, turun ke bawah menjadi materialisme. Manusia itu kadang
terpenjara oleh badannya, oleh karena itu terlalu banyak berpikir tetapi tak
merealisasikannya.
Musuh
filsafat adalah berfilsafat yang tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Jangan
coba-coba berfilsafat jika hanya setengah-setengah. Paham setelah mendengar
atau paham setelah melihat itu apriori. Paham setelah kejadian. Ada pula yang
berpikir tiadalah hidup terjadi jika tidak berlogika. Imannuel Kant berdiri di
tengahnya. Tidak hanya mengagung-agungkan rasio atau logika, tetapi juga memakai
pengalaman. Tidak hanya mengagung-agungkan pengalaman tetapi juga memakai
logika. Maka jalan tengah yang diambil adalah sintesis apriori.
No comments:
Post a Comment