Tuesday, January 2, 2018

Awal ke akhir; Perjalanan filsafat (Refleksi Filsafat Ketiga)

"Musuh filsafat adalah berfilsafat yang tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Jangan coba-coba berfilsafat jika hanya setengah-setengah."

Dunia kontemporer atau kekinian atau power nowatau pos modern di masa sekarang. Filsafat modern itu di pertengahan, skrg sudah pos modern. 1671 filsuf imanuel kant. Filsafat itu modus, atau narasi besar. The flowing of ideas oleh para filsuf. Maka komposisinya mulai dari kapitalisme. Dari awal sapai akhir itu isme. Isme itu adalah pusatnya. Hati-hati dengan filsafat karena filsafat itu isme pusatnya. Jika berpusat pada Tuhan spiritualisme. Kapitalisme berpusat pada capital. Materialisme berpusat pada materi. Pragmatisme berpusat pada praktis. Liberalisme berpusat pada liberal. Hal-hal ini, terkompos menjadi pos modern atau kontemporer.
Kita adalah orang-orang tterpiih karena punya kesempatan belajar filsafat. Filsafat adalah aliran air yang jernih, setidaknya kau tau mana yang tidak jernih. Harus bisa memilih ke tempat yang lebih jernih. Sifat local kita di Indonesia mengalami disorientasi. Kebingungan. Kekacauan. Tidak bisa membedakan yg benar dan hoax. Sebenar-benar dunia adalah Bahasa. Siapa dirimu? Dirimu itu kata-katamu. Dirimu adalah ungkapanmu, dirimu adalah tulisanmu. Filsafat sekarang adalah filsafat Bahasa atau analitik.
The power of mind. Kalau tiap hari berpikir mau jadi wanita ya akan jadi wanita. Transgender itu anomali, kekacauan pikiran.
FIlsafat sekarang itu adalah filsafat Bahasa atau analitik. Sebenar-benar rumahku adalah bahasaku, maka dunia ini adalah Bahasa. Jaman dahulu, filsafatnya adalah filsafat alam. Jaman pertengahan filsafatnya adalah filsafat kritis.
Di langit terdapat ide, di bumi terdapat kenyataan. Maka dalam hidup kita harus mampu menciptakan keseimbangan antara ide dengan kenyataan. Naik ke langit menjadi spiritualisme, turun ke bawah menjadi materialisme. Manusia itu kadang terpenjara oleh badannya, oleh karena itu terlalu banyak berpikir tetapi tak merealisasikannya.

Musuh filsafat adalah berfilsafat yang tidak sesuai dengan ruang dan waktunya. Jangan coba-coba berfilsafat jika hanya setengah-setengah. Paham setelah mendengar atau paham setelah melihat itu apriori. Paham setelah kejadian. Ada pula yang berpikir tiadalah hidup terjadi jika tidak berlogika. Imannuel Kant berdiri di tengahnya. Tidak hanya mengagung-agungkan rasio atau logika, tetapi juga memakai pengalaman. Tidak hanya mengagung-agungkan pengalaman tetapi juga memakai logika. Maka jalan tengah yang diambil adalah sintesis apriori. 

No comments:

Post a Comment