"Orang yang maju perang dan ia berani mati, jika ia benar-benar mati, ia tidak merasa kalah. Kalau orang maju perang sudah ketakutan, walau menang tetap ketakutanlah dia. Itulah pentingnya sugesti."
Thursday, December 28, 2017
Memaknai wadah dan isi (Refleksi Filsafat keenam)
"Barang siapa mencari kecantikan yang dapat keburukan. Mencari kekayaan dapat melaratnya. Setinggi-tinggi berpikir itu adalah pengambilan keputusan. Orang dikatakan cerdas ketika bisa mengambil keputusan."
Bagaimana menjelaskan apa yang kamu pikirkan kepada orang lain dan memahami apa yang diluar pikiranmu (Refleksi Filsafat Kelima)
Sebenar-benar diriku adalah tidak dapat mengerti segala sesuatu
-socrates.
Terbiasa dapat nol (Refleksi Filsafat keempat)
“Gengsi dapat 0? Saya memang sengaja membuat nilaimu 0 supaya gengsimu hilang. Tak boleh ada gengsi di sini. Cari ilmu tak perlu gengsi.”
Tuesday, October 17, 2017
Belajar filsafat dari nol (Refleksi Filsafat Kedua)
"Belajar filsafat harus mulai dari nol. Kalau sudah sombong sulit belajar filsafat. Semakin bingung semakin baik. Kacau pikiran itu pertanda akan mendapat ilmu. Kalau damai di dalam pikiran berarti tidak berpikir."
Mengenal Filsafat Ilmu; Sulit Karena Tak Kenal? (Refleksi Filsafat Pertama)
"Tiadalah ilmu jika tak ada pertanyaan. Sebenar-benar ilmu adalah pertanyaan. Jika kita mengabaikan orang yang bertanya maka matilah ilmunya. Apa semua bisa ditanyakan? Bisa. Tetapi ketika muncul pertanyaan normatif harus melihat situasi dan kondisinya, ruang dan waktunya."
Subscribe to:
Comments (Atom)